Mencari rumah kontrakan tidak hanya soal menemukan lokasi yang strategis dan harga sewa yang sesuai anggaran. Calon penyewa juga perlu mempertimbangkan kondisi rumah yang akan ditempati, termasuk apakah bangunan tersebut sudah dilengkapi furnitur atau masih kosong. Hal ini penting karena kebutuhan perabot dapat mempengaruhi pengeluaran selama masa sewa.
Secara umum, ada dua pilihan yang sering ditemukan, yaitu rumah kontrakan unfurnished dan fully furnished. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung pada kebutuhan, kemampuan finansial, serta lama waktu tinggal penyewa.
Lantas, dalam perbandingan kontrakan unfurnished vs fully furnished, mana yang sebenarnya lebih hemat? Untuk mengetahuinya, simak perbedaan dan pertimbangan berikut sebelum menentukan pilihan.
Mengenal Perbedaan Kontrakan Unfurnished dan Fully Furnished
Sebelum membandingkan biaya, penting untuk memahami beda kontrakan kosong dan isi. Rumah kontrakan unfurnished adalah hunian yang disewakan tanpa sebagian besar furnitur, seperti tempat tidur, sofa, meja makan, atau lemari pakaian. Biasanya, penyewa perlu menyediakan sendiri perabot yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, rumah kontrakan fully furnished merupakan hunian yang sudah dilengkapi berbagai furnitur dan perlengkapan rumah tangga. Beberapa di antaranya meliputi tempat tidur, lemari, sofa, meja makan, serta peralatan elektronik seperti televisi, kulkas, atau mesin cuci, bergantung pada fasilitas yang disediakan pemilik.
Perlu diingat bahwa istilah fully furnished tidak selalu berarti semua kebutuhan rumah tangga sudah tersedia. Karena itu, calon penyewa sebaiknya meminta daftar inventaris sebelum menyepakati perjanjian sewa.
Kontrakan Unfurnished Lebih Hemat untuk Sewa Jangka Panjang
Salah satu kelebihan kontrakan unfurnished adalah harga sewanya yang sering kali lebih rendah dibandingkan hunian dengan fasilitas furnitur lengkap. Perbedaan ini dapat menjadi keuntungan bagi penyewa yang berencana tinggal selama beberapa tahun.
Selain itu, penyewa memiliki kebebasan untuk memilih perabot sesuai kebutuhan dan anggaran. Anda dapat membeli furnitur secara bertahap, mulai dari tempat tidur, lemari pakaian, hingga meja kerja. Jika memiliki perabot sendiri dari tempat tinggal sebelumnya, biaya awal yang dibutuhkan juga bisa lebih kecil.
Namun, ada pengeluaran tambahan yang perlu diperhitungkan. Membeli furnitur baru dapat membutuhkan dana cukup besar, terutama jika rumah belum memiliki perlengkapan dasar sama sekali. Meski demikian, perabot yang dibeli merupakan barang milik penyewa dan dapat digunakan kembali ketika pindah ke rumah lain. Dengan perencanaan yang baik, pilihan ini berpotensi lebih ekonomis untuk masa tinggal yang panjang.
Fully Furnished Mengurangi Biaya Awal Pindah Rumah
Berbeda dengan kontrakan kosong, rumah fully furnished menawarkan kemudahan karena penyewa tidak perlu membeli banyak perabot sebelum menempati hunian. Pilihan ini cocok bagi pekerja yang baru pindah kota, mahasiswa, pasangan muda, atau siapa pun yang membutuhkan tempat tinggal siap pakai.
Keuntungan lainnya adalah proses pindahan menjadi lebih praktis. Penyewa tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk pengiriman furnitur, perakitan lemari, atau pembelian perlengkapan dasar rumah tangga.
Walaupun begitu, harga sewa rumah fully furnished biasanya lebih tinggi karena pemilik menyediakan fasilitas tambahan. Penyewa juga perlu memeriksa kondisi perabot yang tersedia untuk memastikan semuanya layak digunakan.
Jika masa tinggal hanya beberapa bulan atau satu tahun, biaya tambahan tersebut bisa lebih masuk akal dibandingkan membeli furnitur sendiri. Terlebih jika penyewa belum memiliki rencana tempat tinggal jangka panjang.
Hitung Total Pengeluaran, Bukan Hanya Harga Sewa
Untuk menentukan pilihan paling hemat, jangan hanya membandingkan harga sewa bulanan. Pertimbangkan juga biaya furnitur, pengiriman barang, perawatan, dan kemungkinan penggunaan kembali perabot setelah masa kontrak berakhir.
Sebagai ilustrasi, misalnya sebuah rumah kontrakan unfurnished memiliki harga sewa Rp2 juta per bulan, sedangkan rumah fully furnished disewakan Rp2,5 juta per bulan. Jika masa sewa berlangsung selama satu tahun, total biaya sewa kontrakan kosong mencapai Rp24 juta, sedangkan kontrakan berperabot mencapai Rp30 juta.
Sekilas, kontrakan unfurnished terlihat lebih murah karena selisih biaya sewanya mencapai Rp6 juta dalam setahun. Namun, jika Anda perlu membeli furnitur senilai Rp6 juta, total pengeluaran untuk kontrakan kosong menjadi Rp30 juta. Artinya, biaya awal dan sewa kedua pilihan tersebut sama dalam simulasi ini.
Perhitungan tersebut belum memasukkan biaya pengiriman, perawatan, maupun nilai furnitur yang masih dapat digunakan setelah masa sewa berakhir. Jika furnitur yang dibeli masih layak digunakan selama beberapa tahun, kontrakan unfurnished berpotensi lebih menguntungkan dalam jangka panjang. Sebaliknya, fully furnished bisa lebih praktis jika Anda hanya tinggal sementara dan tidak ingin repot mengurus perabot.
Sesuaikan Pilihan dengan Kebutuhan dan Gaya Hidup
Selain anggaran, kebutuhan sehari-hari juga perlu menjadi pertimbangan. Penyewa yang sudah memiliki furnitur sendiri biasanya lebih diuntungkan dengan kontrakan unfurnished karena tidak perlu membayar fasilitas yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
Sebaliknya, bagi pekerja yang sering berpindah kota atau pasangan yang baru memulai hidup mandiri, kontrakan fully furnished dapat menjadi solusi praktis. Waktu dan tenaga untuk mengurus perlengkapan rumah bisa dialihkan ke pekerjaan atau aktivitas lainnya.
Perhatikan pula ketentuan dalam perjanjian sewa. Pastikan siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan furnitur, perawatan peralatan elektronik, dan biaya perbaikan selama masa kontrak. Untuk hunian fully furnished, dokumentasikan kondisi barang saat pertama kali masuk agar tidak terjadi kesalahpahaman ketika masa sewa berakhir.
Dalam memilih kontrakan unfurnished vs fully furnished, tidak ada satu pilihan yang selalu paling hemat untuk semua orang. Kontrakan kosong cenderung menarik bagi penyewa jangka panjang yang memiliki furnitur sendiri atau ingin membangun perlengkapan rumah secara bertahap. Sementara itu, kontrakan fully furnished cocok bagi penyewa yang mengutamakan kepraktisan dan ingin mengurangi pengeluaran awal untuk membeli perabot.
Sebelum memutuskan, hitung seluruh biaya selama masa sewa, sesuaikan dengan kebutuhan, dan periksa fasilitas yang ditawarkan. Dengan pertimbangan yang matang, Anda dapat menemukan rumah kontrakan yang nyaman tanpa membebani kondisi keuangan.
Jika Anda sedang mencari hunian yang pasti sudah terpercaya serta dekat dengan tempat kuliner, Anda bisa mempercayakannya ke Ray White Projects Indonesia. Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa langsung mengunjungi website Ray White Projects Indonesia di Ray White Projects Find a home that suits your lifestyle with Ray White!